Selama tujuh bulan terakhir, setiap akhir pekan kembali pulang, menengok tangkal darajat yang sudah mulai sakit-sakitan.  Usia lanjut telah menjadikan tubuhnya begitu rapuh, dan detak jantung mulai melemah.  Terbayang setiap aku kami datang ia sangat bahagia menyambut kedatangan.  Semua daya upaya dikerahkan agar ia tetap bertahan.  Tapi jalan takdir sudah ditetapkan.  
Bumi berputar, hari silih berganti, ketika mentari pergi rembulan pun datang.  Tak terasa waktu itu terus melaju masa telah terlewat. Tugas sebagai khalifah di muka bumi kadang terlupa seolah akan tinggal selama lamanya.
Cakrawala pandang nan luas, dan luasnya kuasa Allah tidak bida ditandingi oleh kuasa mahluk-Nya.
  Cakrawala pandang nan luas, dan luasnya kuasa Allah tidak bida ditandingi oleh kuasa mahluk-Nya.
Cakrawala pandang nan luas, dan luasnya kuasa Allah tidak bida ditandingi oleh kuasa mahluk-Nya.
Cakrawala pandang nan luas, dan luasnya kuasa Allah tidak bida ditandingi oleh kuasa mahluk-Nya.
Cakrawala pandang nan luas, dan luasnya kuasa Allah tidak bida ditandingi oleh kuasa mahluk-Nya.
Petunjuk kuat yang menyatakan Allah sang Pencipta lebih dekat dari urat nadi, tidak diragukan. Namun jalan menuju-Nya sangat terjal.
Ketika semua bersujud mensucikan Tuhannya yang Maha Agung, tiada keagungan kecuali keagungan yang maha Agung.  Tiada tuhan selain Allah yang menghidupkan dan yang mewafatkan.  Kini kami berjalan menuju-Mu, melangkah dengan penuh debu dosa dan kehinaan.